Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar KPK dan FPB dengan Penggunaan Model Pembelajaran Problem Solving pada Siswa Kelas IV Semester I SD Negeri Bakalan Tahun Pelajaran 2017/2018

Harni Harni(1*)


(1) Sekolah Dasar Negeri Bakalan, Wonogiri, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan Penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar KPK dan FPB dengan Penggunaan Model Pembelajaran Problem Solving pada Siswa Kelas IV Semester I SD Negeri Bakalan Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan prosedur tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Bakalan berjumlah 11 siswa. Sumber data, yang diambil dari hasil proses pembelajaran siswa dan hasil nilai tes. Data hasil observasi proses pembelajaran dianalisis hingga hasilnya dapat mencapai indikator kinerja kategori baik dengan 70 % siswa aktif mengikuti pembelajaran, sedangkan nilai hasil tes dianalisis dengan cara mendeskripsikan nilai tes antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas sesuai dengan indikator kinerja, yakni minimal nilai tes mencapai KKM yaitu 70 dan target ketuntasan klasikal mencapai 80% atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pengunaan model pembelajaran Problem Solving pada materi KPK dan FPB, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dari kondisi prasiklus rata-rata keaktifan siswa 27,27 %, naik menjadi 54,55 % di siklus I, dan meningkat menjadi 90,90 % di siklus II, Motivasi siswa dari kondisi prasiklus rata-rata motivasi siswa 52 %, naik menjadi 70,18 % di siklus I, dan meningkat menjadi 80,36% di siklus II Hasil belajar pada prasiklus siswa yang tuntas 3 siswa atau 27,27 %, naik menjadi 7 siswa tuntas atau 63,64 % di siklus I, kemudian meningkat menjadi 9 siswa tuntas atau 81,82 % di siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem solving dari kategori cukup menjadi kategori baik. terdapat peningkatan rata-rata motivasi belajar KPK dan FPB setelah diberikan model pembelajaran problem solving dari 52 % menjadi 80,36 %. terdapat peningkatan hasil belajar KPK dan FPB setelah diberikan model pembelajaran problem solving dari prasiklus rata-rata 51,82 siklus II menjadi rata-rata 75,45 dengan ketuntasan belajar siswa dari prasiklus 27,27% siklus II menjadi 81,82%.

Keywords


Model pembelajaran problem solving; proses pembelajaran; motivasi; hasil belajar KPK dan FPB

Full Text:

PDF

References


Abimanyu, Soli, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Aisyah, Nyimas, dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Anni, Tri Catharina, dkk. 2006. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES.

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Ayudwiprat. 2012. FaktorEksternal yang Mempengaruhi Hasil Belajar. Online.

Aqib, Zainal, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.

Barb dan Quinn. 2010. The Models Used by Elementary School Teachers to Solve Verbal Problems.Australian Journal of Teacher Education. 35: 26-40.

BSNP. 2007. Pedoman Penilaian Hasil Belajar di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas

Fatchiyat. 2012.Kinerja Guru. Online.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hamzah.2012. Teori Motivasi dan Pengukurannya.Jakarta: Bumi Aksara.

Heruman. 2012. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ismail, Muh Ilyas. (2009). Kinerja dan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran.

Marriam- Webster. Five key ingredients for improving student motivation. Research in Higher Education Journal. 2-23.

Muhsetyo, Gatot, dkk. 2009. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen pendidikan Nasional.

Mulyasa.2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Narenday, Muh. Panji. 2009. Peningkatan Pembelajaran Siswa Kelas III SDNKaliwadas 03 Materi Pokok Soal Cerita Memuat Pengerjaan Hitung Campuran Dengan Metode Pemecahan Masalah. Skripsi Universitas Negeri Semarang.

Pusat Pengembangan PPL. 2012. Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang. Semarang: Mendiknas.

Sardiman. 2011. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugandi, Achmad, dkk. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES.

Sugihartono dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Suheni. 2010. Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV Materi Pokok Soal Cerita Hitung Campuran Dengan Metode Pemecahan Masalah Di SD negeri Ciawi Banjarharja Brebes. Skripsi Universitas Negeri Semarang.

Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

_____. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. Jakarta: Depdiknas.

_____. 2011. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Uno, Hamzah dan Nurdin Mohamad. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Yusfy. 2011. Pengertian Aktivitas Belajar. Online.


Article Metrics

Abstract views: 364 | PDF views: 494

Jurnal Ilmiah Guru Indonesia is published by Indonesian Journal Publication. The content of this website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
© Jurnal Ilmiah Guru Indonesia Statistics Clicky View Statcounter